Senin, 17 Desember 2012

Konsep Dasar Sistem Informasi dan Sistem Teknologi Informasi



Konsep Dasar Sistem Informasi dan Sistem Teknologi Informasi
                Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi. Sebagai suatu sistem, untuk dapat memahami sistem informasi, akan lebih baik jika konsep dari sistem itu dipahami terlebih dahulu. Demikian juga sebagai sistem penghasil informasi, maka konsep informasi perlu dipahami terlebih dahulu.
                 Komponen – komponen dari sistem informasi tidak boleh kurang, karena jika komponennya kurang, maka sistem informasi tersebut tidak akan mencapai tujuannya. Komponen – komponen dari sistem informasi tidak boleh berlebihan, karena tidak akan terpakai dan memboroskan. Oleh karena itu komponen – komponen dari sistem informasi harus tepat jumlah dan macamnya.

        Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan procedure dan dengan pendekatan komponen. Dengan pendekatan procedure, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari procedure – procedure yang mempunyai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan tersebut adalah sistem akuntansi. sistem ini dedefinisikan sebagai kumpulan dari procedure – procedure penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, pembelian dan buku besar. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh sistem yang didefinisikan dengan pendekatan ini, misalnya sistem computer yang didefinisikan sebagai kumpulan dari hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak) kedua pendekatan ini adalah benar, tidak ada pendekatan yang salah.
            Suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Suatu sistem dapat terdiri dari sistem – sistem bagian. Misalnya sistem computer dapat terdiri dari subsistem hardware (perangkat keras), subsistem software (perangkat lunak). Tujuan dari sistem informasi adalah menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya.

        Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata, yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber dari informasi tersebut adalah data. Data merupakan bentuk jamah (banyak) dari bentuk tunggal atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian – kejadian adalah suatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Data yang diolah menjadi informasi merupakan siklus informasi yang bias digambarkan sebagai berikut.
  1. Untuk dapat berguna, maka informasi harus didukung oleh 3 pilar yaitu :
    1. Tepat kepada orangnya atau relevan.
    2. Tepat waktu.
    3. Tepat nilainya/akurat.
        Keluaran yang tidak didukung oleh tiga pilar tersebut adalah tidak dapat dikatakan sebagai informasi yang berguna, tetapi merupakan sampah.

        Komponen dari sistem informasi tersebut akan diderivasi secara logika dimulai dari siklus pengolahan data. Tugas dari sistem informasi adalah untuk melakukan siklus pengolahan data tersebut. Untuk melakukan siklus tersebut, maka sebagai suatu sistem diperlukan komponen – komponen tertentu. Telah diketahui data perlu diolah menjadi data informasi yang berguna melalui suatu siklus, siklus ini disebut siklus pengolahan data atau disebut juga dengan siklus informasi. Siklus pengolahan data dapat digambarkan sebagai berikut.
        Dari gambar tersebut terlihat bahwa untuk melakukan siklus pengolahan data diperlukan 3 buah komponen, yaitu komponen input, model, dan output. Dengan demikian, sistem informasi yang juga melakukan proses pengolahan data, juga akan membutuhkan 3 komponen tersebut.

        Data yang masih belum diolah perlu disimpan untuk pengolahan lebih lanjut, karena tidak semua data diperoleh langsung diolah. Pada umumnya, data yang diperoleh disimpan terlebih dahulu, yang nantinya setiap saat dapat diambil untuk diolah menjadi informasi. Data ini disimpan, disimpanan memory/storage dalam bentuk basis data/data base. Data yang ada di basis data ini yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan informasi.
        Siklus pengolahan data yang dikembangkan dengan menggunakan basis data dapat digambarkan sebagai berikut.
1.       Dari siklus data yang dikembangkan terlihat bahwa untuk melakukan pengolahan data, maka diperlukan tambahan sebuah komponen lagi, yaitu komponen basis data. Dengan demikian, komponen – komponen sistem informasi, yaitu komponen input,komponen model, komponen output sekarang bertambah satu komponen lagi yaitu basis data. Pertanyaannya sekarang adalah apakah ke – 4 komponen itu telah cukup membentuk suatu sistem informasi untuk mencapai tujuannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka perlu diuji apakah tujuan dari sistem informasi yaitu menghasilkan yang berguna dapat dicapai? Informasi yang relevan dapat dicapai dengan komponen model. Informasi yang tepat waktu dapat dicapai dengan komponen teknologi. Komponen teknologi sistem computer mempercepat proses pengolahan data dan komponen teknologi komunikasi mempercepat proses tranmisi data, sehingga membuat informasi dapat disajikan tepat waktunya.
2.       Informasi yang akurat dapat dicapai dengan komponen control. Komponen control atau pengendalian akan menjaga sistem informasi dari kesalahan – kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja. Komponen control membuat sistem informasi menghasilkan informasi yang akurat. Dengan demikian, sistem informasi mempunyai 6 buah komponen yaitu:
    1. Komponen input (masukan),
    2. Komponen model,
    3. Komponen output (Keluaran),
    4. Komponen teknologi,
    5. Komponen basis data,
    6. Komponen control (pengendalian).
 Ke – 6 komponen tersebut, harus ada bersama – sama dalam membentuk satu kesatuan. Jika satu atau lebih komponen tersebut tidak ada, maka sistem informasi tidak akan dapat melakukan fungsinya melakukan pengolahan data dan tidak dapat mencapai tujuannya yaitu menghasilkan informasi yang relevan tepat waktu dan akurat.
        Komponen – komponen dari sistem ini dapat digambarkan sebagai berikut.
  1. Penjelasan:
    1. Komponen input.
               Komponen input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi, komponen ini perlu ada karena merupakan dasar pengolahan data informasi. sistem informasi tidak akan dapat menghasilkan informasi jika tidak ada komponen input. Jika sistem informasi tidak pernah mendapatkan input, tetapi dapat menghasilkan output, ini merupakan suatu yang ajaib. Input yang masuk ke dalam sistem informasi dapat langsung diolah menjadi informasi, jika belum dibutuhkan sekarang, dapat disimpan terlebih dahulu di storage berupa basis data. Input dari sistem informasi, berupa data yang akan diolah oleh sistem ini. Data dari sistem informasi dapat berasal dari luar organisasi, misalnya data saham dari pasar modal atau dari dalam organisasi, misalnya data penjualan. Data dari dalam organisasi yang merupakan input sistem informasi, sebenarnya adalah output dari bagian lain di organisasi. Misalnya data penjualan, sebenarnya merupakan output dari transaksi penjualan di departemen penjualan.

        Data untuk sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat dalam dokumen dasar. Dokumen dasar, merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap data yang terjadi. Dokumen dasar sangat penting di dalam arus sistem informasi . dokumen dasar ini dapat membantu di dalam penanganan arus data sistem informasi yaitu :
      1. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
      2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
      3. Dapat mendorong lengkapnya data akuntansi, disebabkan data yang dibutuhkan disebutkan satu persatu didalam dokumen dasarnya.
      4. Bertindak sebagai pendistribusi data, karena sejumlah tembusan dari formulir – formulir tersebut dapat diberikan kepada individu – individu atau departemen – departemen yang membutuhkannya.
      5. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian terjadinya suatu transaksi yang sah, sehingga sangat berguna untuk pelacakkan pemeriksaan (audit).
      6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung dari file – file data di computer.
        Proses selanjutnya, setelah data tercatat di dokumen dasar adalah memasukkan data tersebut ke dalam sistem informasi. Proses menangkap data dan memasukkannya ke dalam sistem informasi dapat digambarkan sebagai berikut.
            Beberapa aplikasi yang online tidak membutuhkan dokumen dasar untuk menangkap data. Data yang ada langsung dimasukkan ke dalam sistem informasi. Contohnya adalah aplikasi yang menggunakan data berupa suara, yang langsung dimasukkan ke dalam sistem informasi oleh pemakai sistem atau lewat operator dan operator langsung memasukkannya ke dalam sistem informasi.
    1. Komponen Output.
            Produk dari sistem informasi adalah output, berupa informasi yang berguna bagi para pemakainya. Output merupakan komponen yang harus ada di sistem informasi. sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output, tetapi selalu menerima input, dikatakan bahwa input yang diterima masuk ke dalam lubang yang dalam. Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunaklan data yang ada di basis data dan diproses menggunakan model tertentu.
    1. Komponen Basis Data.
            Basis data (Dtaa Base), adalah kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasi. Dari definisi tesebut, terdapat 3 hal yang berhubungan dengan basis data, yaitu sebagai berikut :
      1. Alat.
        1. Data itu sendiri yang diorganisasikan dalam bentuk basis data.
        2. Simpanan permanen atau storage untuk menyimpan basis data tersebut. Simpanan ini merupakan bagian dari teknologi perangkat keras yang digunakan di sistem informasi. Simpanan permanen yang umumnya berupa hardisk.
        3. Perangkat lunak untuk memanipulasi basis datanya. Perangkat lunak ini dapat dibuat sendiri dengan menggunakan bahasa pemrograman komputer atau dibeli dalam bentuk suatu paket. Banyak paket perangkat lunak yang disediakan untuk memanipulasi basis data. Paket perangkat lunak ini disebut DBMS (Data Base Management sistems).
Contoh DBMS yang terkenal misalnya adalah : dBase, Fox Base, Microsoft Access, dan lain – lain.

DBMS yang popular untuk mengolah basis data saat ini adalah RDBMS (Relational Data Base management sistems) menggambarkan suatu file basis data, misalnya dalam suatu tabel yaitu bagian kolom menggambarkan field dari data dan bagian baris menunjukkan record dari data.
    1. Komponen Model.
            Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi, berasal dari data yang diambil dari basis data, yang diolah lewat model – model tertentu. Model – model yang digunakan di sistem informasi dapat berupa model logika yang menunjukkan suatu proses perbandingan logika atau model matematika yang menunjukkan proses perhitungan matematika. Ada 2 macam model yang dapat digunakan untuk menghasilkan laporan.
      1. Model pertama, model logika untuk menyeleksi barang mana yang harus dipesan kembali. Barang yang harus dipesan kembali adalah unit sisanya sudah lebih kecil atau sama dengan titik pemesanan kembali (record point). Model ini nantinya akan deprogramkan dan muncul di algoritma program mencetak laporan.
      2. Model kedua, yang harus digunakan adalah model matematika untuk menghitung unit yang harus dipesan, misalnya adalah barang arloji atau baju dengan kode yang harus dipesan kembali sebanyak 7 unit.
    1. Komponen Teknologi.

        Teknologi merupakan komponen yang penting di sistem informasi. Tanpa adanya teknologi yang mendukung, maka sistem informasi tidak dapat menghasilkan informasi yang tepat. Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam pengolahan datanya. Komponen teknologi dapat dikelompokkan ke dalam 2 macam kategori, yaitu teknologi sistem komputer (berupa perangkat keras dan perangkat lunak) dan teknologi sistem komunikasi.
    1. Komponen Control.

        Komponen control juga merupakan komponen yang penting dan harus ada di sistem informasi. Komponen control ini, digunakan untuk menjamin bahwa informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi, merupakan informasi yang akurat. sistem pengendalian atau control dalam sistem informasi dapat diklasifikasikan sebagai :
      1. Sistem pengendalian secara umum.
      2. Sistem pengendalian aplikasi.
        Pengendalian secara umum dapat terdiri dari pengendalian – pengendalian sebagai berikut :
      1. Pengendalian organisasi,
      2. Pengendalian dokumentasi,
      3. Pengendalian perangkat keras,
      4. Pengendalian keamanan fisik,
      5. Pengendalian keamanan data,
      6. Pengendalian komunikasi.
        Sedangkan pengendalian aplikasi dapat diklasifikasikan sebagai :
      1. Pengendalian masukan (input control),
      2. Pengendalian proses (processing control),
      3. Pengendalian keluaran (output control).
        Pengendalian aplikasi umumnya merupakan pengendalian yang sudah di programkan di perangkat lunaknya. Pengendalian aplikasi diantaranya adalah control digit check, reasonable check, matching chech, batch control check, dan lain – lain.
  • Klasifikasi Sistem

        Suatu sistem dapat diklasifikasikan sistem abstrak lawan sistem fisik, sistem alamiah lawan sistem buatan manusia, sistem pasti lawan sistem probabilistik, dan sistem tertutup lawan sistem terbuka. Sistem informasi, masuk di dalam klasifikasi sistem fisik, sistem buatan manusia, sistem pasti dan sistem terbuka. Sebagai sistem fisik, sistem informasi mempunyai komponen – komponen fisik. Sebagai sistem buatan manusia, karena dirancang dan dibuat oleh analisis atau pemakai sistem sebagai sistem pasti, maka hasil dari sistem ini berupa informasi yang merupakan hasil yang sudah dirancang dan sudah ditentukan sesuai dengan pemakainya. Sebagai sistem yang terbuka, sistem ini berhubungan dengan lingkungan luarnya. Lingkungan luar sistem informasi dapat berupa sesuatu di luar sistem informasi ini, tetapi masih dilingkungan perusahaannya atau sesuatu diluar lingkungan perusahaannya.
  • Karakteristik Sistem.

        Suatu sistem mempunyai karakteristik. Karakteristik sistem tersebut adalah :
    1. Suatu sistem mempunyai komponen – komponen sistem atau subsistem – sub sistem.
    2. Suatu sistem mempunyai batas sistem,
    3. Suatu sistem mempunyai penghubung/interpiece,
    4. Suatu sistem mempunyai lingkungan luar,
    5. Suatu sistem mempunyai tujuan.
  • Sistem Sosio Teknologi.

        Sistem informasi merupakan subsistem dari sistem organisasi sebagai suatu sistem, organisasi mempunyai beberapa komponen atau subsistem yaitu informasi, struktur organisasi, culture, tugas – tugas, dan manusia. Yang dapat digambarkan sebagai berikut.
        Komponen – koomponen lainnya dari organisasi, selain komponen sistem informasi adalah komponen social dan komponen sistem informasi teknologi. Oleh karena itu, organisasi juga disebut sistem sosio teknologi. Salah satu komponen organisasi adalah manusia. Manusia adalah komponen dari organisasi, bukan komponen dari sistem informasi. Di dalam organisasi, manusia berinteraksi dengan sistem informasi yaitu manusia mengoperasikan sistem informasi dan menggunakan informasi yang dihasilkan. Dengan demikian manusia adalah subyek dan sistem informasi adalah obyek, yang digunakan oleh subyek. Dalam pengembangan sistem informasi, yang harus dikembangkan oleh komponen – komponen dari sistem informasinya. Setelah sistem informasi selesai dikembangkan, sistem informasi ini mulai diterapkan di organisasi menjadi komponen atau subsistem dari organisasi. Mulai saat itu, sistem informasi berinteraksi dengan manusia yang merupakan komponen lain di dalam organisasi. Manusia dilatih untuk mengoperasikan dan menggunakan sistem informasi ini.

kaitan perubahan anggaran perusahaan



               
DPR Setujui Kenaikan Tarif Listrik 15 Persen

                Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) RI akhirnya menyetujui rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen  tahun depan. Dalam rapat Komisi Energi dan Pemerintah, usul pemerintah menaikkan tarif dasar listrik tahun depan disetujui DPR. Dengan persetujuan tersebut, pemerintah akan meminta pengesahan subsidi listrik 2013 sebesar Rp 78,6 triliun.
                Dengan kesepakatan tersebut, maka selama tahun 2013, tarif dasar listrik  akan naik 15 persen atau sekitar 1,25 sampai 1,6 persen per bulan. Kenaikan tarif tak berlaku bagi pelanggan listrik dengan daya  450 VA dan 900 VA.  Namun kalangan industri tetap merasa keberatan dengan rencana tersebut.
                Kenaikan tarif dasar listrik tahun 2013 akan sangat mempengaruhi penyusunan anggaran pemerintah maupun pengusaha. Pengusaha garmen rumahan misalnya, meminta kepada pemerintah untuk memikirkan kembali mengenai keputusan tersebut karena akan berdampak negatif pada usaha mereka. Kenaikan tersebut dapat membengkakkan anggaran di tahun 2013, yang kemungkinan dapat mematikan usaha mereka. Kalaupun mereka bertahan biasanya diikuti dengan pengurangan jumlah karyawan karena adanya perubahan anggaran pada gaji karyawan. Dengan kenaikan tarif listrik 15 persen, diperkirakan para pengusaha garment rumahan akan menambah biaya sekitar Rp 500 ribu-Rp 1 juta per bulan.
                Perubahan anggaran terutama terjadi pada anggaran operasional , mengingat lisrik menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menjalankan usaha baik usaha kecil, menengah, maupun industri besar.

KETERKAITAN DENGAN PENYUSUNAN ANGGARAN
                Kenaikan tarif dasar listrik akan berpengaruh besar bagi penyusunan anggaran pada sebuah perusahaan. Kenaikan di tahun 2013 akan mempengaruhi anggaran pada tahun 2013 pula. Bagi industri misalnya, dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik  sebesar 15 persen akan berdampak pada meningkatnya biaya operasional mengingat listrik merupakan kebutuhan utama untuk menjalankan kegiatan suatu perusahaan terutama kegiatan produksi.  Kenaikan TDL akan berdampak pula pada harga bahan baku,  sehingga perusahaan juga harus meningkatkan biaya untuk pembelian bahan baku. Meningkatnya anggaran pembelian bahan baku akan berpengaruh pada meningkatnya harga barang.  Peningkatan harga barang akan menyebabkan konsumen berpikir sebelum  membeli produk tersebut, sehingga alokasi biaya pemasaran juga harus ditingkatkan. Hal tersebut dilakukan untuk tetap menarik konsumen agar bersedia membeli produk meski harganya naik.
                Peningkatan biaya operasional pada penyusunan anggaran bisa juga berdampak pengurangan jumlah karyawan.  Alokasi biaya gaji karyawan di pindahkan ke dalam biaya operasional maupun administrasi untuk pemasaran.  

Sumber  : Liputan 6 siang SCTV
18 September 2012
Pukul 12:21

Minggu, 18 November 2012

LONG TRIP TO GUNUNG KIDUL

jogjakarta, 18 november 2012

gara2 gagal pergi berlibur sama jagoan neon, ehhh ujung2nya ikutan touring ke gunung kidul, awalnya ragu sih, tapi setelah di jalani ehhhhhmmmm sesuatu banget dan gak bakal bilang iyuh deh kalo ini ...

ada perasaan gak enak juga, yg pertama : takut gosong , yang kedua takut kalo di jalan keujanan nanti gimana huhuhuh
yang ketiga : batre camera teen ku sampe habis gara2 dipake foto dan hasil fotonya itu kebanyakan AKU  hahahahahhaha gilak kan yaaaaaaaaa
tapi so memorable banget lah bareng temen2 IP3Y . semoga kita selalu rukun dan damai yaaa :3


Selasa, 13 November 2012

JAGOAN NEONKU UDAH BALIK WOOOOIII

setelah sekian hari menunggu , hikss. akhirnya mas cakeo balik juga ..

sebentar tapi berkesan banget lah ... ~( ̄▽ ̄)~*

Minggu, 11 November 2012

KAKAK KELAS SMP YANG BIKIN NGAKAK

g tau gimana ceritanya, aku bisa ngakak guling2an waktu koment2an sama mas yang satu ini, udah kenal 8 tahun, tapi rasanya gimana gituuu, lucu lah, sampe sekarang pun masih nahan sakit perut gara2 ketawa terus, kalo aku punya BB udah tak mintain pin kamu mas :p


Sabtu, 10 November 2012

MEMILIH ITU SATU DIANTARA DUA, BUKAN MENGAMBIL KEDUANYA



MEMILIH ITU SATU DIANTARA DUA, BUKAN MENGAMBIL KEDUANYA.
Dilema dalam sebuah hubungan pasti ada ya guys, tapi tergantung dilema itu ada ujungnya atau egak. Dulu, ak pernah pacaran sama orang yang udah punya pacar. Memilih adalah hal terberat yang harus dilakukan sama do’i . dia bilang , cinta aku, sayang aku, tapi semua bullshit . seolah dya mendapat kesenangan batin dari aku, tapi kepuasan batin dari ceweknya.
Aku pikir waktu iktu, dy bener2 mau ninggalin ceweknya, tapi ak tunggu sampe beberapa waktu (kira2 6 bulan) lama banget yaaah... hehehe .. NIHIL !!!!
Gak ada ketegasan sikap dari dya, gak ada titik terang tentang hunbungan kami. Padahal seluruh rasa ku, seluruh sayangku, udah ada buat dya seutuhnya .
Aku punya prinsip, KALO DIA BAIK SAMA AKU,, AK BISA 2X LEBIH BAIK SAMA DIA.
KALO DIA SAYANG SAMA AKU, AKU BISA 2X LEBIH SAYANG SAMA DIA.
Tapi kalo DIA JAHAT SAMA AKU, GAK CUMA 2X, AK BISA SERIBU KALI LEBIH JAHAT DARI DIA, tapi dengan caraku sendiri.
Ironis memang, tapi aku udh terlanjur sayang sm dya, tapi ak ga mau dibilang cewek BEGOK , ak putuskan buat ninggalin dya,
Sakit memang, tapi Cuma untuk waktu itu aja (formalitas orang putus cinta laaaahhh) heheheehhe

Minggu, 04 November 2012

aku dan aku

aneh mungkin, blog yang dibuat gara-gara da tugas aplikom dari pak dosen yang ganteng, tapi kok tiba-tiba jadi kangen sama blog ini, hehehe

lumayan deh buat berbagi cerita sama penghuni dunia maya ..
september wish , tiu sebuah kalimat yang pernuh arti banget buat aku, secara aku lahir di penghujung bulan september yang kalo katanya tante vina panduwinata , september ceria,,,
emang ceria banget, soalnya ada aku yag mbrojol di kota hujan yang lumayan bbbbbbbbbbrrrrr banget kalo pagi subuh gitu,,.

singkat ceita, bonyok ga kasih nama ke aku, saking senengnya kalik ya punya anak cantik lucu dan imut kayak aku, wkwkwkwkwkwk
akhirnya mucul nama yang bener-bener hemat banget . SEPTI SURYAWATI.
septi itu ya karna september.
surya itu nama daddy
wati itu nama mommy ,
ehh ternyata ak g punya nama ya? hahahaha